Kesalahan yang Kebanyakan Orang Buat
Ketika orang pertama kali mendekati pemodelan prediksi, mereka cenderung menggunakan angka mentah secara langsung. "Oddsnya 2.50, jadi saya akan memasukkan 2.50 ke model saya."
Ini seperti memberikan resep kepada seseorang yang tidak tahu apa itu tepung. Model tidak memiliki konteks. Tidak mengerti bahwa 2.50 berarti sekitar 40% probabilitas, atau bahwa probabilitas yang sama terlihat seperti 45% dua jam lalu.
Seluruh filosofi rekayasa fitur kami dibangun di sekitar satu prinsip: berikan model konteks, bukan hanya angka.
Apa yang Sebenarnya Kami Bangun
Setiap pertandingan yang mengalir melalui sistem kami melewati delapan tahap transformasi.
Tahap 1: Standardisasi Format
Kami menerima data dalam format desimal, fraksional, dan Amerika. Semuanya dikonversi ke desimal terlebih dahulu.Tahap 2: Konversi Probabilitas
Odds desimal menjadi probabilitas tersirat. Rumusnya sederhana: bagi 1 dengan odds.Tahap 3: Penghapusan Margin (De-vigging)
Kami menghilangkan margin untuk mendapatkan probabilitas "adil".Tahap 4: Penyelarasan Timestamp
Kami menyimpan snapshot pada interval yang konsisten: pembukaan, siang hari, dan penutupan.Tahap 5: Fitur Pergerakan
Kami menghitung Delta, kecepatan, volatilitas, dan intensitas akhir.Tahap 6: Metrik Konsensus
Kami mengagregasi di berbagai sumber data.Tahap 7: Validasi Cross-Market
Jenis pasar yang berbeda harus menceritakan cerita yang konsisten.Tahap 8: Metrik Evaluasi
Kami menambahkan sinyal yang membantu mengevaluasi prediksi kami sendiri.Poin Kunci
- 1Data mentah berantakan; fitur terstruktur
- 2Konversi probabilitas dan de-vigging menciptakan baseline yang adil
- 3Pergerakan dan konsensus menambahkan konteks temporal dan cross-source
- 4Pemeriksaan cross-market menangkap ketidakkonsistenan
- 5Fitur yang baik membuat model lebih pintar
📖 Bacaan terkait: Pembukaan vs Penutupan • Konsensus Pasar
*OddsFlow menyediakan analisis olahraga bertenaga AI untuk tujuan edukasi dan informasi.*

