Dasar Pasar Sepak Bola
Ketika saya mulai membangun model prediksi, 1X2 tampak seperti target yang jelas—ini adalah pasar yang dibicarakan semua orang. Tapi saya dengan cepat belajar bahwa ini sebenarnya adalah salah satu pasar yang *paling sulit* untuk dimodelkan secara akurat.
Inilah alasannya: Anda memprediksi salah satu dari tiga hasil (Kemenangan Tuan Rumah, Seri, Kemenangan Tamu), dan hasil seri terkenal sulit diprediksi. Ini terjadi sekitar 25% dari waktu di sebagian besar liga, tetapi mengidentifikasi pertandingan *mana* yang akan berakhir seri adalah tantangan yang bahkan model terbaik pun kesulitan mengatasinya.
Cara Kerja Pasar 1X2
Notasinya sederhana:
- 1 = Tim tuan rumah menang
- X = Seri
- 2 = Tim tamu menang
Setiap hasil memiliki odds independen yang bersama-sama (ketika dikonversi ke probabilitas) berjumlah lebih dari 100% karena margin.
| Hasil | Rentang Odds Tipikal | Probabilitas Tersirat |
| Menang Kandang (1) | 1.20 – 5.00+ | 20% – 83% |
| Seri (X) | 3.00 – 4.50 | 22% – 33% |
| Menang Tandang (2) | 1.30 – 8.00+ | 12% – 77% |
Masalah Seri
Ini adalah gajah di ruangan untuk pemodelan 1X2. Seri adalah:
Sulit diprediksi: Korelasi antara fitur pra-pertandingan dan hasil seri lebih lemah daripada untuk kemenangan
Diremehkan oleh publik: Pengamat kasual cenderung memilih pemenang, menciptakan inefisiensi potensial
Tergantung konteks: Seri lebih mungkin terjadi dalam skenario tertentu (pertandingan akhir musim, kedua tim membutuhkan poin, pertandingan derby)
Di OddsFlow, kami menemukan bahwa prediksi seri meningkat secara signifikan ketika menggabungkan:
- Metrik pentingnya pertandingan
- Tingkat seri kedua tim (spesifik kandang/tandang)
- Ekspektasi gol dari kedua sisi
1X2 vs Asian Handicap
Banyak analis profesional lebih memilih Asian Handicap daripada 1X2 karena:
| Aspek | 1X2 | Asian Handicap |
| Hasil | 3 | 2 |
| Penanganan seri | Hasil terpisah | Dihilangkan |
| Kompleksitas model | Lebih tinggi | Lebih rendah |
| Efisiensi pasar | Kurang efisien | Lebih efisien |
- Ini adalah pasar yang paling likuid
- Inefisiensi seri menciptakan peluang
- Beberapa model secara khusus menargetkan seri
Menggunakan Data 1X2 dalam Model
Di OddsFlow, kami menggunakan data 1X2 dengan beberapa cara:
Sebagai target: Memprediksi probabilitas untuk ketiga hasil
Sebagai fitur: Pergerakan odds 1X2 dan probabilitas tersirat menginformasikan model lain
Untuk kalibrasi: Membandingkan probabilitas tiga arah kami dengan ekspektasi pasar
Insight kunci: Ketika model kami sangat tidak setuju dengan probabilitas seri pasar, sinyal itu sering juga berharga untuk prediksi totals.
📖 Bacaan terkait: Analisis Asian Handicap • Probabilitas Tersirat
*OddsFlow menyediakan analisis olahraga bertenaga AI untuk tujuan pendidikan dan informasi.*

 Betting Explained.png)